Membuat Jaringan dengan Packet Tracer Lewat Console
Jika
sebelumnya ane menjelaskan cara membangun jaringan yang masih menggunakan GUI.
Kali ini ane jelasin cara settingnya dengan mengunakan Command Line Interface (CLI).
Jaringan yang akan kita buat adalah seperti ini :
Anggap
jaringan pada Switch 0 adalah Jaringan A dan Jaringan pada Switch 1 adalah
Jaringan B. Kedua jaringan tersebut dihubungkan dengan sebuah Router.
INSTALLASI JARINGAN
- Untuk Router, gunakan Router-PT agar agan tidak perlu repot” menambahkan port-nya.
- Untuk Switch, gunakan Switch-PT juga.
- Hubungkan Router dengan Switch dan PC dengan Switch menggunakan kabel Copper-Straight-Through.
- Dari Switch0 gunakan port FastEthernet0/1 lalu hubungkan ke Router dengan port FastEthernet0/0
- Dari Switch1 gunakan port FastEthernet0/1 lalu hubungkan ke Router dengan port FastEthernet0/1
- Nah untuk PC, agan bisa pakai port mana saja.
- Hasilnya seperti berikut :
- Untuk melihat port label-nya, seperti gambar di atas klik menu Options – Preferences
- Beri centang pada Always Show Port Labels.
- Jika belum mengerti menggunakan tools-nya silahkan agan baca postingan ane sebelumnya di sini.
IP ADDRESS
-
Jaringan A : 192.168.10.0/24 dengan default
gateway 192.168.10.1
-
Jaringan B : 192.168.20.0/24 dengan default
gateway 192.168.20.1
KONFIGURASI JARINGAN
-
Klik pada Router. Kemudian klik tab CLI
-
Ikuti langkah berikut :
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Press RETURN to get started! //tekan enter
Router>en //masuk ke priviledge mode
Router#config t // masuk ke configuration mode
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int f0/0 //memilih port FastEthernet0/0 yaitu port yang menghubungkan
ke Jaringan A
Router(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0 //masukkan ip gateway dari jaringan A dan subnet mask-nya
Router(config-if)#no shut // menyimpan settingan
Router(config-if)#ex //keluar dari port FastEthernet0/0
Router(config)#int f1/0 //memilih port FastEthernet1/0 yaitu port yang menghubungkan
ke Jaringan B
Router(config-if)#ip add 192.168.20.1 255.255.255.0 //masukkan ip gateway dari jaringan B dan subnet mask-nya
Router(config-if)#no shut // menyimpan settingan
Router(config-if)#ex //keluar dari port FastEthernet1/0
Router(config)#
-
Setting IP pada masing-masing PC :
|
Jaringan A
|
|||
|
NAMA PC
|
IP ADDRESS
|
Subnet mask
|
GATEWAY
|
|
PC 0
|
192.168.10.2
|
255.255.255.0
|
192.168.10.1
|
|
PC 1
|
192.168.10.3
|
255.255.255.0
|
192.168.10.1
|
|
Jaringan B
|
|||
|
NAMA PC
|
IP ADDRESS
|
Subnet mask
|
GATEWAY
|
|
PC 2
|
192.168.20.2
|
255.255.255.0
|
192.168.20.1
|
|
PC 3
|
192.168.20.3
|
255.255.255.0
|
192.168.20.1
|
-
Carannya klik pada salah satu PC. Klik tab Desktop – IP Configuration. Seperti
berikut :
Uji Jaringan
Kita dapat menguji jaringan A apakah
sudah terhubung dengan jaringan B, dengan melakukan ping. Contoh :
-
Klik PC 0
-
Klik tab Desktop
-
Pilih Command
Prompt
-
Lakukan ping seperti berikut :
Oke, selesai sudah. Jika ada
pertanyaan agan bisa coret-coret di kotak komentar.
Berikut Vidio Tutorial dari postingan kali ini:
Belajar Membangun Jaringan dengan Packet Tracer
Pagi sahabat blogger ane..
Semangat pagi terus ya.. Ini adalah postingan kedua ane mengenai Packet Tracer.
Setelah postingan sebelumnya mengenai Pengenalan Packet Tracer. Kali ini ane
akan ngebahas bagaimana caranya membangun jaringan menggunakan Packet Tracer. Kita
akan belajar cara pengkabelan, setting IP, gateway dan lain-lainya, menggunakan
komponen jaringan berupa Switch, Router, dan PC, layaknya di dunia nyata. Cuman ini versi
virtualnya.
Jaringan
yang akan kita buat seperti ini :
·
Menggunakan 2 buah Switch
·
1 Router
·
Masing-masing terdapat 3 PC di setiap
jaringannya.
IP Address
·
Jaringan 1 : Range IP 192.168.1.0/24
PC 0 :
192.168.1.1
PC 1 :
192.168.1.2
PC 2 :
192.168.1.3
·
Jaringan 2 : Range IP 192.168.2.0/24
PC 3 :
192.168.2.1
PC 4 :
192.168.2.2
PC 5 :
192.168.2.3
OK, udah paham kan jaringan seperti apa
yang akan kita buat? Baca aturan pakai. Mari kita mulai.
Membangun jaringan
Pertama buat seperti ini :
Belum ngerti cara bikinnya? Baca
postingan ane sebelumnya tentang Pengenalan Packet Tracer. Hubungkan dengan
kabel Straight. Klik pada PC0, pilih FastEthernet.
Hubungkan ke Switch, pilih
FastEthernet0/1. Sebenernya bebas sih, cuman biar terurut aja.
Lakukan hal yang
sama untuk PC lainnya.
Selanjutnya
mari kita setting IP. Double klik
pada PC0, pilih Desktop – IP
Configuration. Setting IP-nya
seperti ini :
Kemudian
Exit saja, nanti bakal kesimpen
sendiri. Setting juga IP Address untuk PC lainnya.
Selanjutnya
kita test koneksinya. Masih ingat cara nge-ping kan? Nah hal yang sama seperti
di dunia nyata akan kita lakukan di sini. Tentu kita harus buka Command Prompt dulu. Double Klik salah satu PC, di sini saya
contohkan menggunakan PC0. Pilih Desktop
- Command Prompt.
Pertama kita
ping ke IP dirinya sendiri dulu. Kenapa? Bagaimana kita bisa mengenal orang
lain, kalo kita tidak bisa mengenal diri kita sendiri dulu cieehh. Sama
seperti itu juga, bagaimana sebuah PC bisa mengenali PC lainnya. Kalau dia
tidak bisa mengenali IP-nya sendiri. Teori ngawur tapi bener juga kan?
Nah,
seperti ini gan :
Ok,
jika hasilnya Reply from berarti konfigurasi telah berhasil. Sebenarnya ada
cara lain yang lebih gampang untuk mengetest koneksi ini gan. Caranya klik icon amplop pada pojok kanan bawah.
Seperti ini :
Kemudian
klik PC0. Seperti ini :
Kemudian klik
PC1. Jika statusnya sukses berarti
koneksi berhasil. Seperti ini:
Setting Router
Fungsi
router adalah untuk menghubungkan 2 buah jaringan yang berbeda. Nah karena di
sini kita mempunyai 2 buah jaringan yang berbeda network yaitu Jaringan 1 dan
Jaringan 2. Nah bagaimana agar PC yang ada pada jaringan 1 dapat terhubung dengan
PC yang ada pada jaringan 2? Maka, di sinilah Router digunakan untuk
menghubungkan kedua jaringan tersebut.
Pertama
kita keluarkan router ajaibnya. Klik icon Router,
kemudian pilih Router-PT.
Hubungkan
Switch pada Jaringan 1 dengan Router menggunakan kabel Straight. Pilih
FastEthernet0/0 pada Router.
Lakukan
hal yang sama pada jaringan 2. Seperti berikut :
Nah,
sekarang coba agan test koneksi dari PC0 ke PC 3. Apakah mau terkoneksi?
Belum
bisa konek kan? Kenapa demikian?
Nah,
karena agan belum ngatur Gateway-nya. Apa itu Gateway?
Oke,
akan ane jelasin di bawah ini…
Gateway
Gateway merupakan sebuah jalur yang
menghubungkan sebuah jaringan local dengan jaringan luar. Gateway dapat berupa
sebuah alamat IP. Alamat IP yang digunakan adalah alamat IP yang tidak dipakai
dalam jaringan tersebut tetapi masih dalam 1 network. Ane contohin :
Pada
gambar di atas ane pakai 192.168.1.4 sebagai Gateway untuk Jaringan 1. Kenapa
demikian? 192.168.1.4 tidak dipakai oleh PC yang lain bukan? Dan IP tersebut
masih 1 network dengan jaringan 1 kan?
Hal
yang sama juga berlaku untuk Jaringan 2. Oke, ane anggap agan udah paham apa
itu Gateway. Pertama
setting alamat Gateway tersebut pada Router. Klik Router, kemudian klik tab Config.
Karena
port yang kita gunakan untuk menghubungkan Switch Jaringan 1 ke Router adalah
FastEthernet0/0, maka masukan alamat Gateway Jaringan 1 pada FastEthernet0/0.
Seperti berikut:
Jangan
lupa mengaktifkan Routernya dengan centang ON
pada Port Status.
Lakukan
hal yang sama untuk Jaringan 2. Seperti berikut :
Selanjutnya
setting juga Gatewaynya untuk masing-masing PC.
Contoh
pada Jaringan 1, PC0 :
Lakukan
hal yang sama untuk PC yang lainnya pada Jaringan 1.
Contoh
pada Jaringan 2, PC3 :
Lakukan
hal yang sama untuk PC yang lainnya pada Jaringan 2.
Sekarang
uji koneksinya. Berikut ane ping dari PC0 ke PC 3 :
Atau
agan bisa gunakan icon amplop seperti yang ane contohin sebelumnya.
Semangat
gan buat yang belum berhasil. Jika terjadi kendala agan bisa tanya-tanya pada
kolom komentar di bawah. Jangan malu bertanya gan…..
Vidio Tutorial
~ Orang yang ahli membangun
jaringan itu banyak. Tetapi Orang yang ahli troubleshooting dan maintenance
jaringan itu jarang ditemukan. ~
Sejarah Debian
Sejarah Debian
1993 - 2009
Pertama
kali diperkenalkan oleh Ian Murdock pada 16 Agustus 1993. Ia membentuk nama
“Debian” sebagai kombinasi dari nama depan pacarnya Debra Lynn dan namanya
sendiri. Awalnya disebut “Debian Linux Release”. Sebelum Debian dirilis,
Softlanding Linux System (SLS) telah pertama kali mendistribusikan GNU/Linux
yang dikumpulkan dari berbagai paket perangkat lunak, dan merupakan dasar untuk
mempopulerkan distro lain di tahun 1993 – 1994.
Pada
tahun 1993, Ian Murdock juga merilis Debian Manifesto. Di dalamnya ia
menyerukan penciptaan distribusi yang dipertahankan secara terbuka, dalam
semangat Linux dan GNU. Awalnya pertumbuhan Debian sangat lambat, versi pertama
yang dirilis adalah 0.9x pada tahun 1994 dan 1995.
Pada
tahun 1996, Ian Murdock digantikan sebagai pemimpin proyek pengembangan Debian.
Pada tahun yang sama, sesama pengembang Ean Schuessler menyarankan bahwa Debian
harus membangun kontrak sosial dengan para penggunanya. Dia suling hasil
diskusi di milis Debian ke Kontrak Sosial Debian dan Debian Free Software
Guidelines yang mendefinisikan komitmen mendasar untuk pengembangan distribusi.
Ian Murdock meninggalkan proyek pada tahun 1998 sebelum rilis glibc pertama
berbasis Debian, 2.0 tahun 1999-2004.
Setelah terpilih pemimpin baru,
dirilislah versi 2.x, masing-masing termasuk lebih port dan paket. Advanced Packaging Tool ini digunakan
selama waktu dan port pertama non-kernel Linux, Debian GNU / Hurd, dimulai. Distribusi
Linux yang pertama berbasis pada Debian, yaitu Libranet, Corel Linux dan
Stormix's Storm Linux, yang dimulai pada tahun 1999. 2.2 rilis pada tahun 2000
didedikasikan untuk Joel Klecker, seorang pengembang yang meninggal karena
Duchenne distrofi otot.
Pada tahun 2000, dibuat perubahan
besar untuk mengarsipkan dan melepaskan manajemen, proses arsip perangkat lunak
reorganisas baru dan menciptakan distribusi pengujian yang berkelanjutan dan
relative stabil. Pada tahun yang sama para pengembang mulai memegang debconf tahunan yang disebut dengan
pembicaraan dan lokakarya untuk para pengembang dan pengguna teknis.
Pada bulan Juli 2002, dirilis versi
3.0 dengan nama kode kayu (setelah karakter di film Toy Story, sebuat tren yag
berlanjut hingga sekarang), sebuah rilis stabil yang akan melihat relative
sedikit pembaharuan sampai rilis berikutnya. Panjang siklus rilis yang
dikerjakan oleh proyek Debian ini menuai banyak kritikan dari komunitas Free
Open Source Software dan ini memicu penciptaan Ubuntu pada tahun 2004. Sampai
saat ini Ubuntu adalah salah satu turunan Debian yang paling berpengaruh.
Sarge 3.1 rilis yang dibuat pada
bulan Juni tahun 2005. Ada banyak perubahan besar pada rilis Sarge, kebanyakan
karena besar waktu yang dibutuhkan untuk membekukan dan melepaskan distribusi.
Tidak hanya melakukan update rilis ini lebih dari 73% dari software dikirim dalam versi sebelumnya,
tetapi mencakup lebih jauh daripada rilis sebelumnya, hampir 2 kali lipat
ukuran dengan 9000 paket baru. Installer baru menggantikan boot floppy dengan
desain modular. Hal ini memungkinkan installasi lanjutan (dengan RAID, XFS, dan
dukungan LVM) termasuk deteksi hardware, membuat installasi lebih mudah bagi
pemula. Sistem installasi juga memberikan dukungan penuh terhadap internasionalisasi
dengan diterjemahkan ke hampir 40 bahasa. Installasi manual dan komprehensif
catatan rilis dibebaskan dalam 10 dan 15 bahasa yang berbeda. Ini meliputi
upanya Debian-Edu/Skolelinux, Debian Med dan Debian-Accesibillity sub proyek
yang meningkatkan jumlah paket pendidikan dan mereka yang memiliki paket
affiliasi medis serta paket yang dirancang khusus untuk penyandang cacat.
Pada tahun 2006, sebagai hasil dari
banyaknya sengketa, perangkat lunak Mozilla namanya pun berganti dalam Debian. Dari
Firefox menjadi Iceweasel, Thunderbird menjadi Icedove, bersama dengan program
Mozilla lain. Mozilla Corporation menyatakan bahwa Debian tidak boleh
menggunakan merk dagang Firefox jika mendistribusikan Firefox dengan modifikasi yang belum disetujui oleh
Mozilla Firefox. Dua alasan yang menonjol Debian memodifikasi perangkat lunak
Firefox untuk mengubah karya seni dan untuk menyediaka patch keamanan. Debian
Free Software Guidelines menganggap karya seni Mozilla non-free. Debian menyediakan
dukungan jangka panjang untuk versi stabil Firefox, di mana Mozilla tidak memberikan
dukungan untuk versi lama. Sebagian besar program yang dikembangkan oleh
Mozilla tersebut diganti merknya tetapi kode sumber tetap sama dengan perbedaan
yang relative kecil.
Debian 4.0 (etch) dirilis 8 April
2007, hampir sama pada Sarge arsitektur. Termasuk arsitektur AMD64 tapi
menjatuhkan dukungan pada m68k. Namun, masih tersedia dalam distribusi yang
tidak stabil. Ada sekitar 18.200 paket binari dikelola oleh lebih dari 1.030
pengembang Debian.
Debian 5 (lenny) diluncurkan pada 14
Februari 2009 setelah 22 bulan pembangunan. Ini mencakup lebih dari 25.000
paket perangkat lunak. Dukungan ini telah ditambahkan untuk Mavell’s Orion
platform dan untuk netbook seperti Asus Eee PC. Rilis didedikasikan untuk
Thiemo Seufer, pengembang aktif dan anggota masyarakat yang meninggal dalam
kecelakaan mobil pada 26 Desember 2008.


























